E-learning kimia Hasil Pengembangan Part 1

Baiklah dalam postingan kali ini saya kan membuka sistem diskusi tanya jawab yang akan saya berikan pada postingan saya selanjutnya. 
materi diskusi kita kali ini adalah REDOKS 

Materi : Redoks 
Tujuan : 1. Dapat Mengetahui ciri-ciri Reaksi Redoks 
         2. Dapat Menyetarakan Reaksi redoks dengan cara perubahan Biloks 
         3. dapat Mengetahui Mnafaat Reaksi Redoks Dalam Kehidupan Sehari-hari 

Kajian Materi : 
Redoks adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. 

Istilah redoks berasal dari dua konsep, yaitu reduksi dan oksidasi. Ia dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut:

  • Oksidasi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion
  • Reduksi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion
  Oksidator adalah senyawa yang memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa lain atau biasa dikenal senyawa menerima elektron. Oksidator adalah senyawa yang memiliki unsur dengan bilangan oksidasi tinggi seperti. H2O2, MnO4–, CrO3, Cr2O72-, OsO4, atau senyawa yang sangat elektronegatif.
Redutor adalah senyawa yang memiliki kemampuan mereduksi senyawa lain atau biasa dikenal senyawa mendonorkan elektron. Senyawa yang berupa reduktor bisa pada unsur logam seperti Li, Na, Mg, Fe, Zn, dan Al. Jenis reduktor lainnya yaitu reagen transfer hibrida, misalnya NaBH4 da LiAH4.


Salah satu contoh dari reaksi redoks adalah reaksi antara hidrogen dan fluorin.
H2 + F2 → 2HF

Maka, kita dapat menulis keseluruhan reaksi menjadi dua setengah reaksi.

Reaksi oksidasi:
H2 → 2H+ + 2e–

Reaksi reduksi:
F2 + 2e– → 2F–

Mari kita analisa masing-masing setengah reaksi. Pada unsur hidrogen, hidrogen teroksidasi dari bilangan oksidasi 0 menjadi +1, sedangkan fluorin tereduksi dari bilangan oksidasi 0 menjadi -1.


Dan ion-ion bergabung membentuk hidrogen fluorida.
H2 + F2 → 2H+ + 2F– → 2HF



Redoks terjadi pada reaksi pergantian tunggal atau bisa disebut reaksi substitusi. Komponen redoks dalam reaksi ini adalah pada perubahan keadaan oksidasi (muatan) pada atom-atom tertentu, bukan pada pergantian atom senyawanya.

Sebagai contoh pada larutan besi dan tembaga(II) sulfat.
Fe + CuSO4 → FeSO4 + Cu

Persamaan ion dari reaksi tersebut.
Fe + Cu2+ → Fe2+ + Cu

Maka terlihat bahwa besi tereduksi:
Fe → Fe2+ + 2e–

Dan tembaga juga tereduksi:
Cu2+ + 2e– → Cu


Reaksi redoks bisa ditemukan dalam bidang industri. Letaknya pada pereduksi bijih logam untuk menghasilkan logam. Oksidasi digunakan dalam industri seperti produksi produk pembersih.

Berbeda dengan Biologi, reaksi ini biasanya berlangsung secara simultan, karena sel sebagai tempat berlangsungnya reaksi biokimia, melangsungkan semua fungsi hidup. Biokimia mendorong terjadinya oksidasi terhadap substansi berguna dikenal dalam ilmu pangan dan kesehatan sebagai oksidan zat untuk mencegah aktivitas oksidan disebut antioksidan.

Pada pemaparan sel juga terjadi, contohnya pada glukosa (C6H12O6) menjadi CO2 dan reduksi oksigen menjadi air. Berikut persamaan reaksinya.
C6H12O6 + 6 O2 → 6CO2 + 6 H2o

Proses pernapasan sel sangat bergantung pada reduksi NaD+ menjadi NADH dan reaksi balik juga (oksidasi NADH menjadi NAD+).

Fotosintesis secara esensial merupakan kebalikan dari reaksi redoks pada pernapasan sel seperti reaksi berikut.

6 CO2 + 6 H2O + sinar matahari → C6H12O6 + 6 O2



siahkan kementari saya menerima pertayaan dan komentar serta kritik anda untuk diskusi kita nanti saya kan jawab di blog selanjutnya :)  

Komentar

  1. Saya akan bertanya tentang Bagamanakah pemnfaatan e learning dalam kehidpan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf sya sedang membahas tentang redoks mungkin menurut anda manfaat dari redoks dalam kehidupan sehari-hari ?

      Hapus
  2. mengapa reaksi pada aki dikatakan spontan

    BalasHapus

  3. Apa terjadi reaksi redoks pada perkaratan ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Presentasi Multimedia pembelajaran kimia Hasil Pengembangan

Presentasi e-learning kimia Hasil Pengembangan Part II Respon

landasan teoritis multimedia pembelajaran