Prinsip Multimedia Pembelajaran
Didalam peroses belajar
mengajar, tentu sangat dibutuhkan pemilihan akan media yang harus digunakan
dalam pembelajaran tersebut agar muriddapat menyerap pelajaran denganbaik. Dan
dibutuhkan prinsip untukmenentukan pemilihan media tersebut. Adapun prinsip dalam
pemilhan media pembelajaran sebagai berikut:
1.
Pertama, harus ada kejelasan tujuan tentang
pemilihan media tersebut. Apakah tujuan itu sebagai keprluan rekreasi, hiburan,
informasi umum taupun pembelajaran.
2.
Familiaritas media, artinya didalam
memilih media kita harus paham dan mengenal terhadap sifat media yang
kitapilih.
3.
Adanya sejumlah media yang dapat
dibandingkan karea pemilihan media padadasarnya adalah perosese pengembalian
keputusan dari adanya alternatif-alternatif pemecahanyang dituntut oleh tujuan.
Richard E. Mayer merumuskan
beberapa metode instruksional untuk multimedia. Metode instruksional
didefinisikan sebagai cara menyajikan sebuah pelajaran, seperti misalnya antara
menggunakan narasi bicara atau teks tercetak pada sebuah animasi. Metode
instruksional tidak mengubah isi dari pelajaran tersebut, dengan kata lain
cakupan materi tetap sama. Metode instruksional Mayer dituangkan dalam dua
belas prinsip merancang multimedia untuk pembelajaran. Kedua belas prinsip
tersebut dikelompokkan menjadi tiga menurut tujuan utama perancangan
multimedia, yaitu (1) mengurangi proses kognitif yang berlebihan dan tidak
berhubungan dengan materi (extraneous); (2) mengelola proses kognitif yang inti
(essential); dan (3) mengembangkan proses generatif.
A. Mengurangi proses kognitif yang berlebihan dan
tidak berhubungan dengan materi (extraneous)
1). Prinsip koherensi atau keterpaduan
(coherence)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih
baik jika materi yang tidak perlu (tidak ada hubungannya) tidak diikutkan.
Bahkan menambahkan gambar dan kata yang menarik tetapi tidak relevan justru
menimbulkan efek negatif terhadap pemahaman atas apa yang dijelaskan dalam
pelajaran.
2). Prinsip sinyalisasi (signaling)
Prinsip ini menyebutkan bahwa orang belajar lebih
baik jika lambang/tanda yang menyorot susunan materi esensial ditambahkan.
Sinyalisasi mengurangi proses berlebihan (extraneous) dengan mengarahkan
perhatian siswa kepada elemen-elemen kunci dalam pelajaran serta memandu
menghubungkan antara elemen-elemen kunci tersebut.
3). Prinsip redundansi (redundancy)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih
baik dari gambar dan narasi ketimbang dari gambar, narasi, serta teks tercetak.
Orang memiliki daya transfer problem-solving yang kurang baik ketika mereka
belajar dengan animasi, narasi, dan teks dibandingkan jika mereka belajar
dengan animasi dan narasi saja. Alasannya adalah teks pada layar yang isinya
sama dengan narasi cenderung mengurangi daya pemahaman siswa.
4). Prinsip kedekatan spasial (spatial
contiguity)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang dapat belajar
lebih baik ketika kata-kata dan gambar yang berhubungan disajikan berdekatan
ketimbang berjauhan satu sama lain. Jika kata dan gambar yang berhubungan
disajikan berdekatan, siswa tidak perlu menggunakan daya kognitifnya untuk
mencari fokus pelajaran secara visual pada layar. Dengan demikian, sangat
mungkin bagi siswa untuk dapat merangkai keduanya dalam memorinya pada satu
waktu yang sama.
5). Prinsip kedekatan temporal (temporal
contiguity)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih
baik ketika kata dan gambar yang berkaitan disajikan secara bersamaan ketimbang
disajikan berturut-turut. Ketika bagian yang berhubungan dari narasi dan
animasi disajikan pada waktu yang sama, siswa sangat mungkin untuk membangun
representasi mental keduanya di memori dalam waktu yang sama. Dengan demikian
siswa sangat mungkin untuk mendapatkan hubungan mental antara representasi
verbal dan visual.
B. Mengelola proses kognitif yang inti
(essential)
1). Prinsip segmentasi (segmenting)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih
baik ketika pesan multimedia disajikan dalam segmen-segmen bertahap daripada
dalam bentuk satu unit yang bersambung. Dalam melihat animasi bernarasi cepat
yang menerangkan langkah-langkah suatu proses, sebagian orang mungkin belum
benar-benar memahami salah satu langkah dari proses tersebut. Oleh karena itu,
mereka mungkin tidak memiliki waktu untuk melihat hubungan kausal antara
langkah satu dengan berikutnya.
2). Prinsip pra-belajar (pre-Ttraining)
Prinsip ini menyebutkan bahwa orang belajar lebih
baik dari sebuah pesan multimedia jika mereka mengetahui nama dan ciri-ciri
konsep utama. Dalam melihat sebuah animasi bernarasi yang cepat yang
menjelaskan langkah-langkah suatu proses, siswa harus membangun secara mental
bentuk kausal sebuah sistem (yakni model bagaimana sebuah sistem bekerja),
begitu pula model-model komponen untuk setiap bagian dalam sistem tersebut.
Pra-belajar dapat membantu mengelola dua hal ini untuk proses inti dengan
mendistribusikan beberapa proses dalam sesi pra-belajar sebelum pelajaran
utama.
3). Prinsip modalitas (modality)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih
baik dari gambar dan kata-kata yang diucapkan daripada dari gambar dan kata-kata
yang dicetak. Pada animasi dengan teks tertulis, baik gambar maupun tulisan
memasuki sistem kognitif siswa melalui mata, mengakibatkan kelebihan beban pada
saluran visual. Sedangkan pada versi animasi dengan narasi, kata-kata dicerna
melalui saluran verbal, sehingga siswa dapat lebih memproses gambar pada
saluran visual. Menurut teori kognitif pembelajaran multimedia, proses yang
dibutuhkan untuk pembelajaran tidak dapat dilakukan sepenuhnya ketika saluran
visual melebihi kapasitas (overload). Namun, Rias (2011) dalam penelitiannya
terhadap 35 siswa tahun pertama sekolah lanjutan atas menemukan bahwa pada
kondisi pengetahuan siswa sebelum belajar (prior-knowledge) tentang materi yang
rendah, efek modalitas tidak signifikan mempengaruhi hasil belajar.
C. Mengembangkan proses generatif
Proses generatif adalah adalah proses kognitif
yang ditujukan untuk membangun logika, meliputi pengorganisasi materi yang
diterima ke dalam sebuah struktur pemahaman yang koheren dan
mengintegrasikannya dengan pengetahuan sebelumnya. Prinsip-prinsip yang masuk
dalam kelompok ini adalah prinsip multimedia, personalisasi, suara, dan gambar.
1). Prinsip multimedia
Secara sederhana, prinsip ini menyatakan bahwa
orang belajar lebih baik dari kata dan gambar dibandingkan dengan dari kata
saja. Jika kata dan gambar disajikan, pembelajar memiliki kesempatan untuk
membangun model mental verbal dan visual serta dapat membangun hubungan antara
keduanya.
2). Prinsip personalisasi (personalization)
Prinsip ini menyebutkan bahwa orang belajar lebih
baik dari presentasi multimedia jika kata-kata disusun dalam gaya percakapan
ketimbang dengan gaya formal. Dua teknik utama untuk membuat gaya percakapan
adalah: (1) menggunakan “Anda” dan “Saya” ketimbang hanya menggunakan kata
ganti orang ketiga; dan (2) menambahkan kalimat di mana instruktur memberi
komentar langsung kepada pembelajar. Personalisasi membuat pembelajar merasa terlibat
dalam setiap proses kognitif. Efek personalisasi sangat kuat jika dilakukan
secara tidak berlebihan dan ketika pembelajarnya tidak familiar dengan sang
tutor.
3). Prinsip suara (voice)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih
baik jika narasi diucapkan dalam suara manusia ketimbang suara mesin
(komputer). Meskipun suara yang dihasilkan mesin dapat dicerna secara jelas
tetapi hasil uji transfer problem-solving menunjukkan nilai yang kurang
dibanding dengan suara yang aksen suaranya standar manusia.
4) Prinsip gambar (image)
Prinsip ini menyebutkan bahwa orang tidak selalu
belajar lebih baik ketika gambar pembicara ditampilkan di layar.
Permasalahan :
1. apa keunggulan multimedia dibandingkan dengan
media yang lain ?
2. bagaimana cara guru memilih multimedia yang
baik dia gunakan untuk materi kimia yang sifat nya hitungan ?
3. bagimana menyeimbangkan suatu kata-kata,
gambar dan audio menjadi multimedia yang baik. Jelaskan prinsipnya !
4. bagaimana prinsip pendekatan temporal itu ? tolong anda jelaskan kegunaan nya dalam media ?
4. bagaimana prinsip pendekatan temporal itu ? tolong anda jelaskan kegunaan nya dalam media ?
Saya akan menyelesaikan permasalahan anda no 1 : Multi media mempunyai kelebihan dengan media yang lain karena multimedia ini merupakan media audiovisual merupakan kombinasi antara suara dan gambar contohnya adalah video , Tv , dan sebagainya . dengan in siswa dapat lebih memahami materi dengan baik . dan masih banyak lagi kelebihan multimedia dibandingkan dengan media yang lain .
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan yang pertama, "cara guru memilih multimedia yang digunakan dalam materi hitung-hitungan" Guru boleh saja berangan-angan menggunakan media pembelajaran yang sangat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran, sesuai dengan materi pelajaran, dan interaktivitasnya tinggi. Tetapi jika media yang sedemikian tidak tersedia, tentu juga sia-sia. Media yang dipilih saat merancang pembelajaran secara logis sudah tersedia di sekolah, atau paling tidak bila tidak dimiliki masih dapat diperoleh dengan mudah, misalnya dengan meminjam atau membuat sendiri. Jumlah media yang akan digunakan juga harus diperhitungkan dengan jumlah siswa di kelas. Bila media pembelajaran digunakan bukan secara klasikal, tetapi secara berkelompok atau individual, maka jumlah media pembelajaran yang tersedia harus mencukupi.
BalasHapussaya akan menjawab nomor 3
BalasHapusWarna
Warna adalah cahaya dan cahaya adalah energi. Ilmuwan banyak menemukan bukti bahwa ada pengaruh nyata warna terhadap aspek psikologi manusia. Orang akan memberikan reaksi tertentu ketika terekspose oleh warna-warna tertentu. Warna dapat menstimulasi, membangkitkan gairah, menekan, menenangkan, membangkitkan selera makan, dan menciptakan kesan hangat atau dingin.
Aspek psikologi warna berkaita erat dengan pengalaman personal dan lingkungan sosial budaya. Warna juga memberikan pengaruh pada tubuh seperti halnya memberikan pengaruh pada pikiran manusia. Namun, demikian warna juga memilik pengaruh yang universal, misalnya: kesan hangat atau dingin.
Warna yang dominan dalam desain presentasi akan memberi ’jiwa’ pada presentasi tersebut. Sesuaikan kombinasi warna dengan respon audien yang diinginkan sehingga tujuan presentasi tercapai.
Pembagian warna:
• Warna Primer: Merah, Biru Kuning
• Warna Sekunder: warna dari campuran dua warna primer yang berdekatan dalam roda warna
• Warna Tersier: warna dari campuran dua warna sekunder dan warna primer yang saling berdekatan
• Temperatur Warna: warna dingin, warna hangat, dan warna netral.
Tidak ada aturan umum untuk mengkombinasikan warna dalam slide presentasi. Namun demikian ada beberapa aturan dasar untuk mengkombinasikan warna, yaitu: kombinasi warna komplemen dan kombinasi warna analog.
Efek animasi merupakan Beberapa tip untuk mengkombinasikan warna dalam PowerPoint :
1. Ada dua skema yang biasa digunakan untuk menentukan warna desain presentasi,yaitu: latar belakang warna gelap dengan teks atau gambar berwarna terang; atau latar belakang terang dengan teks atau gambar berwarna gelap.
2. Gunakan tiga hingga empat warna pokok saja. Jangan mengkombinasikan terlalu banyak warna, karena akan menyulitkan audien untuk memfokuskan perhatian. Warna-warna lainnya dapat divariasikan dari warna-warna pokok tersebut.
3. Gunakan kombinasi warna yang konsisten untuk semua slide.
Picture dan movie
Satu gambar seribu makna. Satu gambar dapat mengantikan penjelasan yang dituliskan dengan kata-kata. Orang akan lebih cepat dan lebih mudah menangkap informasi yang disampaikan dengan gambar daripada dengan kata-kata/tulisan. Selain daripada itu gambar lebih bersifat universal, sedangkan kata-kata terbatas pada orang yang memahami bahasa dari kata-kata tersebut.
Dalam mendesain presentasi sebaiknya visualisasikan ide, gagasan, data dan informasi. Pengambaran visual ini sangat membantu orang mencerna isi presentasi. Apabila isi presentasi tidak dapat ditampilkan dalam bentuk gambar, sebisa mungkin disertakan ilustrasi yang dapat membantu audien mengerti dan memusatkan perhatian pada isi presentasi tersebut. Jadi gambar tidak hanya dijadikan sebagai penghias presentasi saja.
Animasi
salah satu kelebihan PowerPoint Tidak kurang dari 203 efek animasi yang tersedia. Efek animasi ini dapat diterapkan pada objek teks, grafik, gambar, garis dan shape. Penggunaan efek animasi yang tepat dan efektif dapat membantu keberhasilan presentasi. Namun, penggunaan efek animasi yang berlebihan justru akan mengacaukan presentasi. Penggunaan efek animasi dalam desain presentasi harus benar-benar efektif.
baiklah saya kan menjawab permasalahan anda yg ke 4
BalasHapusPrinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar yang berkaitan disajikan secara bersamaan ketimbang disajikan berturut-turut. Ketika bagian yang berhubungan dari narasi dan animasi disajikan pada waktu yang sama, siswa sangat mungkin untuk membangun representasi mental keduanya di memori dalam waktu yang sama. Dengan demikian siswa sangat mungkin untuk mendapatkan hubungan mental antara representasi verbal dan visual